Hasil Final Djarum Indonesia Open 2012

Updare Score Final Djarum Indonesia Open 2012.

Lee Chong Wei Cidera

Lee Chong Wei terancam tidak ikut Olimpiade London.

China Berpesta

Foto Lengkap Tim China di Final Thomas Cup 2012.

Foto Lucu Wang Yihan

Simak kelucuan yang dibuat oleh Wang Yihan di sini

Sisi Cantik Wang Yihan

Siapa yang bilang Wang Yihan itu tidak cantik?.

Kamis, 07 Juni 2012

Cara Service Yang Baik : Forehand High Service


Berikut ini adalah bagaimana cara melakukan pukulan Forehand High Service atau Service Forehand Tinggi :

PERSIAPAN
1. Ambillah samping berdiri di dekat garis tegah lapangan tapi jangan terlalu dekat dengan net.
2. Tumpuan badan awalnya berada di kaki belakang.
3. Kedua kaki terbuka selebar pinggul dan kedua telapak kaki senantiasa kontak dengan lantai.
4. Bola cock berada didepan raket.


LATIHAN
1. Mulailah dengan mengayunkan raket begitu cock dilepaskan.
2. Kok harus dipukul dengan menggunakan tenaga penuh agar kok melayang tinggi dan jatuh tegak lurus di bagian belakang garis lapangan lawan.
3. Perhatikan gerakan ayunan raket. Ke belakang, ke depan dan setelah melakukan pukulan, harus dilakukan dengan sempurna serta diikuti gerak peralihan titik berat badan.
4. Setelah memukul, maka bersiaplah untuk menerima kembali cock yang dipukul oleh lawan.

PERHATIKAN
1. Teknik servis ini biasanya digunakan dalam permainan tunggal.
2. Usahakan untuk selalu berkonsentrasi sebelum memukul kok.
3. Pastikan service anda melayang jauh ke garis belakang lapangan lawan agar tidak mudah di smash.

Tempatkan Olimpiade Sebagai Target Tertinggi

JAKARTA, Kompas.com - Para atlet Indonesia yang pernah berlaga di Olimpiade berharap para atlet yang berlaga di London berjuang untuk meraih kemenangan.

"Para atlet yang berlaga di London harus datang dengan kesadaran bahwa mereka dapat lolos setelah melalui perjuangan yang panjang dan kualifikasi yang ketat," kata mantan atlet renang Lukman Niode di Jakarta, Kamis (7/6).

Lukman bersama para olympian yang tergabung dalam Indonesian Olympian Association (IOA) mendukung para atlet Indonesia yang akan berjunag di Olimpiade London 2012 bersama Procter&Gamble (P&G) selaku mitra Olympic Games. Hadir dalam acara dukungan tersebut antara lain atlet renang Richard Sam Bera, pebulu tangkis Susy Susanti, pejudo Krishna Bayu, atlet tenis Yayuk Basuki dan para manta atlet lainnya.

IOA merupakan lembaga nirlaba di bawah lembaga intertnasional World Olympian Assosiation (WOA) yang merupakan mitra Internatioanl Olympic Committee (IOC) dan terafiliasi dengan Komite Olimpiade Indonesia (KOI). Lembaga yang dibetuk 5 Oktobert 2010 ini sebenarnya ingin menyosialisasikan nilai-nilai luhur Olimpiade.

"Sebagai Olimpian kami ingin meneruskan semnagat dalam Olympic Movement yang berprinsip fair play dan menjauhi masalah ras dan gender," kata Lukman. Sementara khsusus untuk atlet-atlet muda Indonesia mereka berharap dapat mewariskan pengertian bahwa puncak dari prestasi seorang atlet adalah ikut ajang Olimpiade.

"Kalau secara tingkatan di Indonesia, seorang atlet sebaiknya ikut Pekan Olah Raga Nasional (PON), kemudian SEA Games, Asian Games, kejuaraan dunia dan baru Olimpiade," ungkap Luki. "Untuk ikut Olimpiade itu kan harus melewati persyaratan dan kualifikasi yang ketat."

Ia juga mengakui ada kepercayaan diri yang lebih tinggi apabila seorang atlet berhasil lolos Olimpiade. "Saya merinding waktu mendegar Susy Susanti berkata,' setelah ikut Olimpiade, kita merasa event yang lain lebih ringan tekanannya,' dan itu memmang betul."

Bagi Luki yang pernah mengikuti Olimpiade 1984 di Los Angeles dan Olimpiade 1988 di Seoul, lolos ke Olimpiade tidak bisa didapat dengan instan. "Semuanya dicapai secara bertahap. Kita harus melewati fase ujian di tingkat daerah, nasional, regional seperti menjadi terbaik di Asia Tenggara," kata Luki.

Karena itulah, Luki yang menjabat sebagai Sekjen IOA mengatakan pihaknya berharap agar para atlet muda kembali menempatkan Olimpiade sebagai ambisi tertinggi mereka. "Ikut PON baik, begitu pun SEA Games dan Asian Games, namun tempatkan juga Olimpiade sebagai target tertinggi," lanjutnya.

Untuk itu ia berharap sistem pembinaan olah raga dilakukan lebih terpadu. "Sekarang kan imbalan buat atlet lebih berupa bonus uang tunai. Kami berharap dibuka juga kemungkinan memberi reward berupa bea siswa buat atlet. Atlet diberi kesempatan melanjutkan pendidikan. Sehingga apabila masanya sebagai atlet telah surut, ia sudah memiliki bekal buat masa depannya."

Djarum Indonesia Open Digelar 12-17 Juni

Jakarta - Kejuaraan bulutangkis Indonesia Terbuka kembali digelar di Jakarta. Bertajuk Djarum Indonesia Open Osim BWF World Superseries Premier 2012, kompetisi ini hanya diikuti 10 pemain teratas dunia.

Mengusung tema Badminton Heroes Arena, para pebulutangkis hebat dari 26 negara seperti China, Malaysia, Korea, Jepang, Thailand, Singapura, Denmark dan Indonesia akan berpartisipasi di event tersebut. Acara ini akan dihelat di Istora Senayan, Jakarta, pada 12-17 Juni.

"Kembali menyelenggarakan turnamen bulutangkis internasional ini merupakan sebuah kebanggaan tersendiri bagi kami. Dengan kompetisi yang ketat dan hadiah yang lebih besar dari tahun sebelumnya," ujar perwakilan PT. Djarum, Yan Haryadi, di Hotel Kempinski, Jakarta, Senin (4/6/2012).

Selain memperebutkan gelar juara, para pemain juga akan berlomba-lomba mendapatkan hadiah uang yang totalnya naik dibanding tahun sebelumnya. Tahun ini pihak penyelenggara menyediakan total 650 ribu dolar AS, atau sekitar Rp 6,1 miliar, naik 50 ribu dolar dari tahun lalu.

"Kami sangat senang bulutangkis masih mendapatkan tempat di hati masyarakat. Oleh karena itu kami tidak ingin mengecewakan para pecinta bulutangkis yang dengan semangat menyaksikan laga-laga atlet favoritnya," tutur Ketua Umum PB PBSI, Djoko Santoso.

Di Djarum Indonesia Open, PBSI Bidik Gelar dari Dua Nomor

Jakarta - PB PBSI (Pengurus Besar Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia) akan menerjunkan 63 pebulutangkis di Djarum Indonesia Open Osim BWF World Superseries Premier 2012. Gelar juara diharapkan dapat direbut di dua nomor.

Harapan tersebut dilontarkan oleh Ketua Umum PB PBSI Djoko Santoso dalam konperensi pers di Hotel Kempinski, Jakarta, (4/6/2012). Ia menyebut, nomor tunggal putra dan ganda campuran akan jadi andalan, terlebih setelah tahun lalu tuan rumah Indonesia malah nirgelar.

"Saya berharap kami dapat berprestasi. Kami mengandalkan di ganda campuran dan tunggal putra. Untuk single putra, Simon Santoso dan Taufik Hidayat, untuk ganda campuran Tontowi/Liliyana," sebut Djoko.

Di Djarum Indonesia Open pihak PBSI akan menurunkan 63 atlet yang terdiri dari 4 tunggal putra, 11 tunggal putri, 8 ganda putra, 8 ganda putri dan 8 ganda campuran.

Ajang ini diharapkan bisa menjadi momentum kebangkitan untuk para pebulutangkis 'Merah Putih' menyusul hasil buruk di Thomas-Uber lalu.

"Kalau gagal pengurus dimarahin. Saya tetap terus memperbaiki dan mengevaluasi. Di turnamen ini saya mengharapkan Indonesia juara dari tunggal putra dan ganda campuran," lugas Djoko.

Bulu Tangkis Indonesia Tak Akan Bangkit Lagi

ShutterstockIlustrasi
KOMPAS.com — Bulu tangkis Indonesia tidak akan bangkit lagi. Ini pernyataan berani.

Setelah mengikuti dari dekat dan jauh perkembangan bulu tangkis Indonesia dalam 20 tahun terakhir, inilah beberapa alasan mengapa setelah kita terpuruk dari segi prestasi, bukan hal yang gampang untuk bisa bangkit kembali. Membenahi diri sendiri bukan yang mudah dilakukan, sedangkan dalam waktu bersamaan lawan-lawan juga tidak tinggal diam.

Kekalahan dari Jepang di perempat final Piala Thomas di Wuhan 2012 mengagetkan banyak orang karena Indonesia sebelumnya hanya kalah dari tim seperti China, Denmark, atau Malaysia.

Sebenarnya, Jepang dan juga Amerika Serikat di tahun 1950-an adalah kekuatan bulu tangkis utama dunia, di saat Korea Selatan dan China belum memiliki prestasi apa pun.

Di tahun 1960-an dan 1970-an, Malaysia, Denmark, dan Indonesia mulai unjuk gigi, disusul China dan Korea Selatan di tahun 1970-an dan 1980-an. 

Di Eropa, Swedia pernah menjadi pemasok pemain tingkat dunia, sekarang sudah tidak terdengar lagi namanya. Apakah ini siklus 40-tahunan sehingga sekarang Indonesia menurun karena siklus alamiah tersebut?

Indonesia juga tidak memiliki pelatih kepala seperti mantan pemain China, Li Yongbo, dan dalam sistem yang ada sekarang PBSI tidak akan bisa memiliki karakter seperti Li Yongbo.

Sebagai pemain ganda putra bersama Tian Bingyi, Li Yongbo banyak merebut gelar internasional dan bersaing ketat dengan pasangan Korea Selatan, Park Joo-bong/Kim Moon-soo. Setelah berhenti bermain, dia menjadi kepala pelatih dalam sistem pelatnas China.

Li Yongbo menjalankan pelatnas dengan "tangan besi", memiliki kuasa besar untuk memutuskan hal-hal yang penting. Ditambah dengan sistem perekrutan pemain yang jelas dan ekonomi China yang terus membaik dalam 20 tahun terakhir, China terus menelurkan pemain-pemain hebat.

Pengurus PBSI tidak dari kalangan profesional, sementara China menganut sistem satu tangan dengan komando yang jelas. Indonesia memang tidak bisa mengikuti sistem tersebut, tetapi PBSI belum beranjak dari sistem pemilihan pengurus yang dilakukan secara "amatir" dalam arti pengurus dipilih oleh pengda yang semuanya dilandaskan pada sistem amatir, yang sudah banyak ditinggalkan oleh negara-negara yang maju olahraganya.

Sebagai sebuah organisasi dengan omzet miliaran rupiah yang dikelola setiap tahun, PBSI harus ditangani oleh manajer profesional, yang diangkat, dengan gaji teratur, dan sistem manajemen yang jelas.

Dengan sistem seperti ini, di mana pengurusnya mencurahkan seluruh waktu untuk mengelola, jaminan berprestasi belum tentu ada. Apalagi dengan sistem sekarang, dengan sistem ketua umum, yang belum tentu cukup mencurahkan waktu untuk memikirkan bulu tangkis.

Bulu tangkis selalu disebut sebagai olahraga utama di Indonesia, tetapi perhatian media masih sangat kurang, seperti tecermin dalam pemberitaan media.

Di Malaysia, liputan bulu tangkis selalu gencar. Di Australia, di mana sepak bola Australia (Aussie rules football) adalah olahraga utama, media bisa menurunkan tulisan berhalaman-halaman soal ini.

Berapa banyak media yang mengirimkan reporter meliput langsung Piala Thomas di Wuhan dan berapa banyak halaman yang dihabiskan untuk meliput cabang lain, seperti misalnya Euro2012, bisa menjadi pertanyaan kritis apakah media massa di Indonesia menjalankan tanggung jawab sosial mereka untuk memperhatikan hal-hal yang menjadi kepentingan bersama seperti menjayakan kembali bulu tangkis Indonesia ke panggung dunia.

Ricky Subagdja Melatih Finalis Milo School Competition



Ricky Subagdja memberikan pelatihan fisik kepada para finalis Milo School Competition 2012 di GOR Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (7/6/2012). Para finalis merupakan pelajar yang diseleksi dari empat kota ( Malang, Bandung, Jambi, Manado).

JAKARTA, KOMPAS.com - Juara ganda putra Olimpiade 1996, Ricky Subagdja, memberikan pelatihan fisik kepada finalis Milo School Competition 2012. Finalis yang berjumlah 28 pelajar ini merupakan siswa-siswi yang lolos seleksi dari empat kota (Malang, Bandung, Jambi, Manado).

"Semoga dengan adanya acara ini para pelajar dapat termotivasi dan selalu semangat berlatih," ujar Ricky usai pelatihan di GOR Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (7/6/2012). "Mereka generasi penerus bulu tangkis Indonesia," tegas pasangan Rexy Mainaky ini.

Pada proses awal acara ini diikuti sekitar 2.500 pelajar mulai dari SD hingga SMA. Sementara mereka yang menjadi finalis akan bertanding pada putaran grand final di Jakarta, Sabtu (9/6/2012).

Selain berlatih dengan Ricky, para finalis ini juga akan mendapat pengarahan dari Taufik Hidayat. "Selain sebagai wadah kompetisi, kami juga ingin mewujudkan mimpi anak-anak Indonesia bertemu dengan idolanya," ujar Prillia Sandra, Business Executive Manager Milo.

Event ini merupakan hasil kerjasama antara Dinas-dinas Pendidikan Kota dan Kabupaten, PBSI (Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia), dengan Milo sebagai sponsor utama. Pada tahun ini merupakan pagelaran event Milo Scholl Competition yang kesebelas.

Pagelaran ini telah melahirkan sejumlah pemain yang bisa menjadi andalan Indonesia di pentas internasional. Seperti diketahui, pada tahun 2003, dari kemenangannya pada event ini Tommy Sugiarto memulai kariernya.

Jumat, 01 Juni 2012

Cara Service Yang Baik : Backhand Flick Service



Teknik ini hampir sama dengan teknik Forehand Flick Service hanya saja kali ini dilakukan dengan pegangan raket backhand. Teknik juga punya efek yang sama dengan Teknik Forehand Flick Service yaitu memberikan efek kejut kepada pemain lawan.

PERSIAPAN
1. Berdiri dekat garis 'T' untuk double dan agak sedikit kebelakang garis 'T' untuk single..
2. Mengambil sikap samping sesuai dengan posisi pegangan raket.
3. Pegangan raket Backhand dengan mengandalkan ibu jari anda.
4. Posisi kepala raket menghadap ke depan dan shuttlecock berada didepan raket.
5. Berat badan berada pada tumpuan kaki belakang.

LATIHAN
1. Tumpuan berat badan berada di kaki belakang tapi saat memukul pindah ke kaki depan.
2. Lepaskan cock.
3. Ayunkan raket ke depan.
4. Saat memukul usakan tenaga yang dilepaskan dengan cepat dan mengarahkan cock jauh ke backcourt lawan dengan ketinggian sedang.
5. Setelah memukul maka kembalikan posisi raket anda dalam posisi siap kembali.

PERHATIKAN
1. Teknik ini dapat mengakibatkan lawan kehilangan keseimbangan oleh karenanya cock yang dipukulnya jadi tanggung dan dengan mudah kita bisa smash.
3. Tapi kadang juga ketika lawan membaca arah bola ia mampu meng-smash balik service kita oleh karena itu tetap selalu waspada.
4. Pastikan pukalan service anda tidak sampai dapat di smash atau di chas oleh lawan.

Referensi : youtube.com - CE1M7V4